News Update :

Translator

Moto GP News

Basketball News

Formula 1 News

Tampilkan postingan dengan label sebuah pemikiran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sebuah pemikiran. Tampilkan semua postingan

JANGAN BERHARAP BANYAK KEPADA OBAMA

Minggu, 24 Oktober 2010

“Saya berjanji kepada Anda bahwa saya akan melakukan apapun yang saya bisa dalam kapasitas apapun untuk tidak hanya menjamin kemanan Israel tapi juga menjamin bahwa rakyat Israel bisa maju dan makmur dan mewujudkan banyak mimpi yang dibuat 60 tahun lalu,” (Barack Obama)

Dengan perhatian yang sangat besar dari seluruh dunia termasuk dunia Islam, Barack Obama akhirnya terpilih menjadi prisiden yang ke-44 Amerika Serikat. Kebencian terhadap Bush dan kebijakan politik luar negeri yang tidak popular delapan tahun terakhir ini telah memberikan citra negatif terhadap kebebasan dan demokrasi Negara Paman Sam itu. Banyak harapan bahwa Obama akan menyelamatkan Amerika Serikat dan membawa perubahan yang besar terhadap dunia.

Harapan yang sama juga muncul dari sebagian umat Islam. Hidayat Nurwahid, Ketua MPR berharap, terpilihnya Obama diharapkan bisa mengubah AS untuk tidak lagi arogan terhadap dunia. “Ini memang menantang dan menarik karena ada sesuatu yang baru. Tetapi, dunia cuma bisa berharap, Obama akan menghadirkan tata dunia baru yang tidak lagi berbasis pada hegemoni arogan negara yang bernama AS ini,” ujar Ketua Majelis Perwakilan Rakyat (MPR) Hidayat Nurwahid dalam keterangan tertulisnya, Rabu (5/11/2008).

Benar, kita memang bisa sekedar berharap. Namun sepertinya kita tidak bisa berharap terlampau banyak terhadap Obama. Menarik komentar Taji Mustafa, media representative Hizbut Tahrir Inggris tentang terpilihnya Obama. Menurutnya, Amerika bukanlah hanya seorang Obama. Amerika adalah institusi. Amerika Serikat adalah negara dengan ideologi Kapitalis yang telah terbukti lemah dan penuh kebohongan. “Seorang Obama tidak akan bisa menyelesaikan persoalan-persoalan yang merupakan masalah sistemik di negara itu,” tegasnya.

Amerika adalah negara kapitalis dengan politik luar negeri kapitalis yang intinya adalah penjajahan negara lain. Karenanya AS akan tetap menjaga dominasi mereka di negeri Islam dan melanjutkan agenda kapitalis mereka untuk mengekploitasi negeri-negeri Islam. Presiden AS boleh berganti, tapi prinsip penjajahan mereka tidak akan berubah.

Sikap Obama terhadap dunia Islam dalam kampanye pemilu kemarin juga jelas. Obama mendeklarasikan akan menarik pasukan AS dari Irak, tapi mengirimnya ke Afghanistan. Artinya, Obama akan tetap melanjutkan pembantaian brutal tidak berprikemanusiaan terhadap negeri Islam itu.

Obama pun berjanji akan selalu berada di pihak Israel untuk memerangi dan membantai umat Islam di Palestina. Bagi Obama mendukung Israel adalah tradisi sakral yang harus dilanjutkan. Barack Obama mengatakan dia akan melakukan apapun semampunya untuk menjamin keamanan Israel dan melindungi hubungan yang ada antara Amerika Serikat dan Israel.

“Saya berjanji kepada Anda bahwa saya akan melakukan apapun yang saya bisa dalam kapasitas apapun untuk tidak hanya menjamin kemanan Israel tapi juga menjamin bahwa rakyat Israel bisa maju dan makmur dan mewujudkan banyak mimpi yang dibuat 60 tahun lalu,” kata Obama dalam sebuah acara yang disponsori oleh Kedutaan Besar Israel di Washington untuk menghormati hari jadi negara Israel yang ke-60. Dia diperkenalkan oleh duta besar Israel kepada AS, Sallai Meridor

Sikapnya terhadap Hamas juga tidak berbeda dengan presiden Bush. “Saya sudah mengatakan bahwa mereka adalah organisasi teroris, yang tidak boleh kita ajak negosiasi kecuali jika mereka mengakui Israel, meninggalkan kekerasan, dan kecuali mereka mau diam oleh perjanjian sebelumnya antara Palestina dan Israel. Jadi apa perbedaan mendasar yang berubah antara Bush dan Obama?

Perubahan mendasar dunia Islam tidak akan muncul karena individu orang lain . Bukan pula muncul dari sekedar terjadi krisis akibat kegagalan system Kapitalis. Perubahan akan terjadi kalau keimanan individual seorang muslim tidak berhenti pada keimanan yang individual dan spiritual (al-aqidah ar ruhiyah). Tapi menjadi keimanan yang sifatnya politik (al-aqidah as siyasiyah). Keimanan yang mendorong seorang muslim untuk taat kepada Allah SWT secara totalitas , bukan hanya dalam persoalan individu tapi juga sosial dan politik.

Keimanan yang totalitas inilah yang kemudian mendorong umat Islam untuk menegakkan kembali Khilafah Islam: sistem yang bisa dipertanggungjawabkan, yang tidak memberikan jalan bagi manipulasi dan kebohongan, system yang menjadikan jaminan terhadap kebutuhan pokok rakyat (sandang, pangan, dan papan) menjadi kebiajakan pokok ekonominya. Sistem yang akan membebaskan negeri Islam dari penjajahan dan mempertahankan negeri Islam dari kerakusan Kapitalisme yang merampok kekayaan negeri Islam. (Farid Wadjdi)

HUKUM MENIKAHI PEREMPUAN DI BAWAH UMUR

Menikahi atau menikahkan perempuan di bawah umum, sebelum haid atau usia 15 tahun, dalam pandangan Islam sah. Dalam hal ini, tidak ada ikhtilaf di kalangan ulama’. Demikian, penjelasan Ibn Mundzir, sebagaimana yang dikutip oleh Ibn Qudamah. Dalam penjelasannya, Ibn Mundzir menyatakan:

“Semua ahli ilmu, yang pandangannya kami hapal, telah sepakat, bahwa seorang ayah yang menikahkan anak gadisnya yang masih kecil hukumnya mubah (sah).”[1]

Salah satu argumentasi yang digunakan adalah firman Allah SWT yang menyatakan:

وَاللائِي يَئِسْنَ مِنَ الْمَحِيضِ مِنْ نِسَائِكُمْ إِنِ ارْتَبْتُمْ فَعِدَّتُهُنَّ ثَلاثَةُ أَشْهُرٍ وَاللائِي لَمْ يَحِضْنَ وَأُولاتُ الأحْمَالِ أَجَلُهُنَّ أَنْ يَضَعْنَ حَمْلَهُنَّ وَمَنْ يَتَّقِ اللهَ يَجْعَلْ لَهُ مِنْ أَمْرِهِ يُسْرًا

“Perempuan-perempuan yang tidak haid lagi (monopause) di antara perempuan-perempuanmu jika kamu ragu-ragu (tentang masa iddahnya), maka masa iddah mereka adalah tiga bulan; dan begitu (pula) perempuan-perempuan yang belum haid. Dan perempuan-perempuan yang hamil, waktu iddah mereka itu ialah sampai mereka melahirkan kandungannya. Siapa siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya.” (Q.s. at-Thalaq [65]: 04)

Allah menetapkan perempuan dengan predikat: wa al-la’i lam yahidhna (yang belum haid) dengan ‘iddah selama 3 bulan, sementara ‘iddah 3 bulan tersebut hanya berlaku bagi perempuan yang ditalak atau difasakh, maka ayat ini menjadi dalalah iltizam, bahwa perempuan yang disebutkan tadi sebelumnya telah dinikah, kemudian ditalak atau difasakh.[2]

Selain itu, juga hadits yang dituturkan oleh Aisyah —radhiya-Llahu ‘anha— dari Hisyam, dari ayahnya (‘Urwah), yang menyatakan:

تَزَوَّجَنِي النَّبِيُّ وَأَنَا اِبْنَةُ سِتٍّ، وَبَنَي بِيْ وَأَنَا ابْنَةُ تِسْعٍ (متفق عليه)

“Saya dinikahi oleh Nabi saw. ketika saya gadis berusia enam tahun, dan baginda membawa saya, ketika saya berusia sembilan tahun.” (H.r. Muttafaq ‘Alaih) [3]

Selain redaksi di atas, juga terdapat riwayat lain, yang dikeluarkan oleh Bukhari dan Muslim, dari ‘Urwah dari Aisyah, yang menyatakan:

تَزَوَّجَهَا وَهِيَ بِنْتُ سَبْعِ سِنِينَ وَزُفَّتْ إِلَيْهِ وَهِيَ بِنْتُ تِسْعِ سِنِينَ وَلُعَبُهَا مَعَهَا وَمَاتَ عَنْهَا وَهِيَ بِنْتُ ثَمَانَ عَشْرَةَ (متفق عليه)

“Nabi menikahi beliau (Aisyah) ketika beliau berumur tujuh tahun. Penikahan beliau dengan Nabi diumumkan ketika beliau berumur sembilan tahun, ketika beliau masih menggendong mainannya. Nabi meninggalkan beliau (wafat), ketika beliau berusia delapan belas tahun.” (H.r. Muttafaq ‘Alaih) [4]

Ibn Hazm, mengutip pendapat Abu Muhammad, bahwa argumentasi yang digunakan untuk melegalkan tindakan orang tua menikahkan anak perempuannya di bawah umur adalah tindakan Abu Bakar —radhiya-Llahu ‘anhu— menikahkan Aisyah ra. dengan Nabi saw. ketika beliau Aisyah berusia enam tahun. Ini merupakan riwayat yang populer, dan tidak perlu dikemukakan lagi isnad-nya.[5]

Namun, Ibn Hazm juga mengutip pendapat Ibn Syubramah, yang menyatakan, bahwa tidak boleh menikahkan anak di bawah umur sampai akil baligh, dan menegaskan bahwa pernikahan Nabi saw. dengan Aisyah ra. itu merupakan kekhususan bagi Nabi, tidak untuk yang lain.[6] Pendapat ini telah digugurkan dengan sejumlah fakta pernikahan para sahabat dengan perempuan di bawah umum, seperti yang dilakukan oleh ‘Umar bin al-Khatthab ketika menikahi Ummu Kaltsum, putri ‘Ali bin Abi Thalib, dan Qudamah bin Math’ghun yang menikahi putri Zubair.[7]


Seputar Hadits Pernikahan ‘Aisyah

Hadits tersebut, selain dikeluarkan oleh Bukhari dan Muslim, juga dikeluarkan oleh an-Nasai. Bedanya, an-Nasai tidak hanya menuturkan melulu melalui jalur Hisyam dari ayahnya, ‘Urwah, tetapi juga jalur Abu ‘Ubaidah dan al-Aswad.[8] Jika menganalisis lafadz kedua hadits di atas memang ada perbedaan; Lafadz pertama menyatakan, Nabi menikahi Aisyah ketika berumur enam tahun. Sedangkan lafadz kedua, menyatakan, bahwa Nabi menikahi Aisyah ketika berumur tujuh tahun. Hanya saja, dalam menentukan mana yang lebih kuat; apakah penuturan Aisyah sendiri, atau kesimpulan perawi? Tentu, yang paling kuat adalah penuturan pelaku langsung. Sebab ini bukan kesimpulan perawi, tetapi penuturan langsung pelakunya, yang mengalami sendiri peristiwa tersebut. Karena itu, riwayat yang menyatakan, bahwa Aisyah dinikahi oleh Nabi dalam usia enam tahunlah yang paling kuat. Ini dari segi matan (redaksi) hadits.

Adapun dari segi sanad, kedua hadits di atas adalah sama-sama merupakan hadits sahih, yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim. Jika dilihat dari segi sanad, kedua hadits tersebut bisa masuk dalam katagori hadits mu’an’an, yang dalam lazimnya kaidah periwayatan hadits termasuk dalam kelompok hadits dhaif. Namun, khusus kasus hadits mu’an’an dalam Shahih al-Bukhari dan Muslim, dikecualikan dari kaidah tersebut. Dengan kata lain, hadits mu’an’an dalam Shahih al-Bukhari dan Muslim tetap dianggap oleh para ahli hadits sebagai hadits sahih. Selain itu juga harus dicatat, bahwa kaidah atau teori hadits itu baru muncul belakangan, jauh setelah munculnya Shahih al-Bukhari dan Muslim. Karena itu, hadits pernikahan Aisyah dengan Nabi saw. tersebut jelas merupakan hadits sahih, yang kesahihannya tidak patut diperdebatkan lagi. Selain itu, makna hadits tersebut juga tidak bertentangan dengan nas yang qath’i, seperti al-Qur’an, surat at-Thalaq: 4, justru saling menguatkan.


Status Perawi Hadits Aisyah

Mengenai status Hisyam (w 145 H), yang konon baru meriwayatkan hadits ini di usianya ketujuhpuluh tahun, dan itu pun dituturkan pada saat di Irak, maka harus diteliti:

Pertama, dalam konteks ada’ (penyampaian) riwayat, tidak ada larangan seseorang menyampaikan riwayat di usia senja. Tentu dengan catatan, bahwa faktor ingatan (dhabt)-nya tidak ada masalah. Dalam kasus periwayatan Hisyam di Irak, yang dipersoalkan oleh ahli hadits adalah ketidakkonsistenan Hisyam dalam menyampaikan model periwayatan.[9] Beliau kadang mengatakan: haddatsani abi, yang berarti Hisyam mendengar langsung dari ayahnya, dalam posisi beliau sudah mempersiapkan materi hadits dan menghapalnya. Kadang beliau mengatakan: akhbarani abi, yang berari hadits tersebut dibacakan oleh ayahnya. Kadang beliau mengatakan: yaqulu li abi, yang berarti beliau mendengarkan hadits tersebut dari ayahnya, tanpa persiapan dan hapalan sebelumnya.[10] Namun, secara umum Hisyam, sebagaimana penuturan Ibn Hibban, dalam kitabnya, ats-Tsiqat, adalah orang yang terpercaya (mutqin), wara’, mulia (fadhil) dan hafidh.[11]

Kedua, tidak ada bukti satu pun yang bisa memastikan, bahwa hadits Aisyah tersebut dituturkan oleh Hisyam di usianya yang senja, atau ketika beliau pindah ke Irak. Karena itu, catatan Ya’kub bin Syibah, tentang kondisi Hisyam di Irak: “Hisyam adalah tsiqah, yang tidak ada penolakan sedikit pun terhadap riwayat yang datang darinya, kecuali setelah dia menetap di Irak.”[12] tidak bisa digunakan untuk mejustifikasi, bahwa hadits pernikahan Aisyah tersebut tidak kredibel. Sebab, semua ahli hadits dan biografi perawi sepakat, bahwa hadits Hisyam tetap kredibel, terutama hadits yang terdapat dalam kitab Shahih. Salah satunya, bisa kita lihat pernyataan Ibn Kharrasy: “Hisyam adalah orang yang jujur (shaduq), dimana haditsnya banyak masuk di dalam kitab Shahih.”[13] Jika kesimpulan hadits pernikahan Aisyah tersebut ditarik pada posisi Hisyam setelah pindah ke Irak dan di usianya yang senja, maka penarikan kesimpulan seperti ini tidak didasarkan pada fakta, melainkan hanya asumsi. Karenanya, kesimpulan hadits tersebut tidak kredibel, karena faktor Hisyam, ini merupakan kesimpulan logika mantik. Inilah sebenarnya yang terjadi. Karena itu, cara berfikir seperti ini sangat fatal.


Berapa Umur Aisyah ketika Menikah?

Dalam konteks ini memang ada dua riwayat; penuturan Aisyah sendiri, yang menyatakan dinikahi oleh Nabi ketika berusia enam tahun, dan penuturan ‘Urwah, yang menyatakan tujuh tahun. Dalam konteks matan, sebagaimana yang dikemukakan di atas, maka penuturan Aisyah tentu lebih kuat, ketimbang penuturan tidak langsung yang disampaikan oleh ‘Urwan. Selain itu, perbedaan seperti ini tidak terlalu urgen, mengingat selisih waktu sering kali terjadi, karena beda pijakan dalam perhitungannya. Namun demikian, dua riwayat ini juga bisa dikompromikan, sebagaimana yang dilakukan oleh Ibn Hajar, sehingga bisa disimpulkan, bahwa Aisyah telah berusia enam tahun, memasuki tahun ketujuh.[14]

Namun, ada kesimpulan lain yang dikembangkan, seolah-olah Aisyah berusia tujuhbelas, delapanbelas atau sembilanbelas tahun. Kesimpulan seperti ini tentu tidak mempunyai pijakan faktual, selain asumsi mantik. Sebagai contoh, pernyataan at-Thabari: “Semua anak Abu Bakar dilahirkan pada masa Jalihiyah dari dua isterinya.”[15] Dengan asumsi ini, maka Aisyah pun diklaim telah lahir pada masa pra Islam. Padahal, menurut riwayat yang sahih, sebagaimana dinyatakan oleh Ibn Hajar, dalam al-Ishabah fi Tamyiz as-Shahabah, Aisyah dilahirkan pada tahun keempat atau kelima bi’tsah.[16] Menarik Aisyah dalam katagori “semua anak” Abu Bakar jelas bertentangan dengan fakta, bahwa Aisyah tidak sama dengan anak-anak Abu Bakar yang lain, dimana Aisyah dilahirkan setelah bi’tsah, sementara yang lain sebelumnya.

Kesimpulan-kesimpulan mantik seperti ini sebenarnya tidak sulit dipatahkan, ketika kesimpulan ini terbukti bertentangan dengan riwayat yang sahih. Bukan sebaliknya, riwayat yang sahih justru diruntuhkan dengan menggunakan kesimpulan-kesimpulan yang dibangun melalui logika mantik. Wallahu a’lam.

[1] Lihat, Ibn Qudamah, al-Mughni, Bait al-Afkar ad-Duwaliyyah, t.t., Yordania, juz II, hal. 1600.

[2] Lihat, ibid, juz II, hal. 1600-1601.

[3] Bukhari, Shahih al-Bukhari, hadits no. 3681; Muslim, Shahih Muslim, hadits no. 1422. Lihat, Ibn Qudamah, ibid, juz II, hal. 1600.

[4] Lihat, Bukhari, Shahih al-Bukhari, hadits no. 4739; Muslim, Shahih Muslim, hadits no. 2549.

[5] Ibn Hazm, al-Muhalla fi Syarh al-Mujalla bi al-Hujaj wa al-Atsar, Bait al-Afkar ad-Duwaliyyah, Yordania, t.t., hal. 1600.

[6] Lihat, Ibid, hal. 1600.

[7] Lihat, Ibn Qudamah, ibid, juz II, hal. 1600.

[8] Lihat, Ibn Qudamah, ibid, juz II, hal. 1600.

[9] Ibn Hajar, Tahdzib at-Tahdzib, Maktabah Syamilah, t.t., juz XI, hal. 45.

[10] Mahmud at-Thahhan, Taisir Mushthalah al-Hadits, Dar al-Fikr, Beirut, t.t., hal. 133.

[11] Ibn Hajar, ibid, juz XI, hal. 46.

[12] Ibid, hal. 45.

[13] Ibid, hal. 45.

[14] Ibn Hajar, al-Ishabah fi Tamyiz as-Shahabah, Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah, Beirut, cet. I, 1995, juz VIII, hal. 232.

[15] At-Thabari, Tarikh al-Umam wa al-Mulk, Dar al-Fikr, Beirut, t.t., juz , hal. .

[16] Ibn Hajar, Ibid, juz VIII, hal. 232.

sumber : klik disini

PENGELOLAAN SUMBER DAYA ALAM SUBSEKTOR KEHUTANAN PERSPEKTIF ISLAM

Indonesia merupakan negri yang kaya akan Sumber Daya Alam (SDA) serta keanekaragaman hayati yang cukup tinggi. Indonesia memiliki hutan seluas 126,8 juta hektar (Walhi.or.id).

Wilayah hutan tropisnya terluas ketiga di dunia dengan cadangan minyak, gas alam, emas, tembaga dan mineral lainnya. Terumbu karang dan kehidupan laut memperkaya ke-17.000 pulaunya. Lebih dari itu, Indonesia memiliki tanah dan dan area lautan yang luas, dan kaya dengan berjenis-jenis ekologi. Menempati hampir 1.3 persen dari wilayah bumi, mempunyai kira-kira 10 persen jenis tanaman dan bunga yang ada di dunia, 12 persen jenis binatang menyusui, 17 persen jenis burung, 25 persen jenis ikan, dan 10 persen sisa area hutang tropis, yang kedua setelah Brazil (world Bank 1994).

Begitu besarnya kekayaan alam Indonesia terutama sub-sektor kehutanan sudah seharusnya menjadi perhatian kita guna memanfaatkan dan melestarikannya. Terlebih ini harus diperhatikan dengan serius oleh para pemegang kebijakan negeri ini. Berbagai kerusakan lingkungan akibat eksploitasi, penebangan kayu ilegal, dan penjarahan kekayaan alam lainnya yang terjadi telah mengakibat berbagai kerusakan dan bencana. Bahkan membawa kerugian yang besar bagi Indonesia, dimana diperkirakan kerugian mencapai ratusan bahkan milyaran juta rupiah. Begitu juga seperti yang terjadi di Kalimantan Selatan yang diperkirakan kehilangan pendapatan sebesar 100 juta per tahun dalam bentuk penghasilan karena lebih dari separuh dari produksi kayu dilakukan secara illegal (mongabay.com).

Penjarahan kekayaan alam terutama di sub-sektor kehutanan dengan maraknya penebangan kayu ilegal memang tidak terlepas dari aktivitas produksi perusahaan-perusahaan besar swasta. Dan bahkan diperkirakan 70-75% dari kayu ditebang secara illegal. Menurut WWF, penebangan kayu ilegal di Indonesia dimotori oleh beberapa faktor: Kapasitas perusahaan pemotongan kayu di Indonesia dan Malaysia yang berlebihan. Keduanya memiliki fasilitas untuk mengolah kayu dalam jumlah besar walau produksi kayu sendiri telah menurun sejak masa-masa tenang di tahun 1990an. WWF melaporkan bahwa kedua negara tersebut memiliki kemampuan untuk mengolah 58,2 juta meter kubik kayu setiap tahunnya, sedangkan produksi hutan secara legal hanya mampu mensuplai sekitar 25,4 juta meter kubik.

Sisa kapasitasnya digunakan oleh kayu yang ditebang secara illegal (mongabay.com).
Dominasi perusahaan swasta atas penguasaan kekayaan alam khususnya sub-sektor kehutanan merupakan permasalahan tersendiri. Dengan kekuatan kapital yang dimiliki sangat memungkinkan bagi perusahaan-perusahaan tersebut untuk mendapatkan hak atas penguasaan kawasan hutan, lahan, dan mengeksploitasinya sampai jutaan hektar luasnya dan puluhan tahun masa konsesinya. Hingga mengakibatkan kerusakan areal hutan mencapai luas 56,98 juta hektar. Dana yang dibutuhkan merehabilitasinya pun tidak sedikit, diperlukan sampai Rp. 225 tiriliun, padahal dana yang dianggarkan di APBN untuk reboisasi hanya Rp. 7 triliun saja (Kompas, 23 Oktober 2000). Dan sangat dimungkinkan kerusakan hutan akan semakin bertambah yang kini diperkirakan mencapai 1,6 juta hektar per tahun.

Perusahaan-perusahaan swasta yang telah mendapat izin untuk mengeksploitasi sumber daya alam termasuk hutan mulai dari zaman orde baru sampai dengan sekarang telah menguasai jutaan hektar hutan di Indonesia. Menurut laporan Warta Ekonomi (Agustus, 1998), sebagian besar hutan di Indonesia sampai sebelum reformasi, sudah dikuasai oleh dua belas (12) grup besar melalui 109 perusahaannya. Diantaranya, Grup Kayu Lapis milik Hunawan Widjajanto menguasai 3,5 juta hektar HPH, menduduki tempat teratas.

Urutan selanjutnya adalah Grup Djajanti Djaja milik Burhan Uray yang menguasai 2,9 juta hektar, Grup Barito Pacific milik Prajogo Pangestu memegang 2,7 hektar, Grup Kalimanis milik Bob Hasan menguasai 1,6 juta hektar, PT Alas Kusumah Group menguasai 1,2 juta hektar, Sumalindo Group dengan luas 850.000 hektar, PT Daya Sakti Group dengan luas 540.000 hektar, Raja Garuda Mas Group dengan luas 380.000 hektar dan seterusnya. Dengan pola pengelolaan yang relatif tetap, kepemilikan HPH seperti tersebut di atas diyakini hingga kini belum banyak berubah.
Hasil hutan ini cukup menjanjikan bagi perusahaan-perusahaan tersebut, meskipun tidak sampai menguasai sumber daya alam dalam bentuk hak milik. Sebagai contoh, menurut laporan Walhi yang diterbitkan tahun 1993, rata-rata hasil hutan di Indonesia setiap tahunnya yang ketika itu adalah 2,5 milyar US Dollar (kini diperkirakan mencapai sekitar 7 – 8 milyar US dollar -- Kompas, 10 Februari 2001).

Konsep HPH yang dijalankan pemerintah dengan memberikannya kepada swasta ternyata juga membawa permasalahan. Dalam konsep tersebut, perusahaan yang mendapat HPH mendapat hak untuk mengeksploitasi hutan selama 35 tahun melalui Rencana Karya Tahunan (RKT). Penebangan kayu dilakukan per blok-blok secara berkeliling, dengan adanya penanaman kembali. Sehingga memerlukan orang-orang yang paham tentang persoalan kehutanan dan ekologi agar eksploitasi tidak membawa kerusakan. Namun kenyataannya, HPH ini diberikan kepada pihak yang tidak berkompeten. Akhirnya banyak dari kalangan yang mendapat HPH tersebut menggandeng perusahaan luar (sebagian besar dari Malaysia). Walhasil, yang terjadi adalah eksploitasi besar-besaran yang dilakukan oleh perusahaan asing.

Eksploitasi yang dilakukan para pemegang HPH sangat fantastis dalam rentang 10 tahun terakhir. Data memperlihatkan bahwa produksi kayu bulat mencapai 260,58 juta meter kubik, kayu gergajian 35,84 juta meter kubik, dan kayu lapis 98,052 juta meter kubik. Di sisi lain, ekspor kayu lapis Indonesia dalam 5 tahun terakhir mencapai 56,06 juta m3 dengan nilai devisa 18,73 milyar US$. Sayangnya, nilai devisa itu tidak dinikmati oleh rakyat, tidak juga oleh Pemerintah Daerah. Studi Walhi (1994) menunjukkan 85% keuntungan sektor kehutanan langsung dinikmati oleh para pengusaha, sementar sisanya oleh Pemerintah Pusat.

Tampak jelas bahwa hasil eksploitasi bukan untuk rakyat. Indikator ini dapat dilihat dari tenaga kerja yang terlibat dalam usaha perkayuan pada HPH terbilang sangat kecil, yakni hanya 153.438 orang pada tahun 1997. Sementara di pihak lain, ada sekitar 20 juta jiwa rakyat yang mengharapkan hidupnya dari sumber daya hutan mengalami kemiskinan yang berkepanjangan. Bahkan akibat kebakaran hutan dan lahan 1997-1998, mereka mengalami proses pemiskinan antara 40-73 persen dibandingkan sebelum kebakaran (Kelana Jaya, 2002). PT Inhutani, BUMN di bawah pengelolaan teknis Dephutbun pernah meneliti bahwa eksploitasi hutan melalui pola HPH ternyata telah menimbulkan kerusakan lebih dari 50 juta hektar. Kerusakan itu makin menggila karena sering pula pengusaha hutan melakukan ijon.

Pada waktu HPH masih dalam proses atau dalam taraf surat keputusan pencadangan, mereka sudah melaksanakan transaksi dan mendapat fee dari mitra asing tersebut. Pada fase inilah terjadinya penjualan/penggadaian hutan Indonesia dengan mengabaikan segala aspek kelestarian dan fungsi sosial hutan. Inilah proses pembabatan hutan tropis di Indonesia melalui tebang habis Indonesia (THI). Ketentuan Tebang Pilih Tanam Indonesia (TPTI) tidak ada dalam kamus mereka. Hutan produksi yang dicadangkan untuk HPH seluas 60 juta hektar dibabat habis. Akhirnya, rakyat yang memiliki hutan itu tidak kebagian apa-apa. Kini setelah puluhan juta hutan dibabat habis, rakyat masih harus terus menanggung derita akibat hutang negara yang berjibun jumlahnya (Yusanto, 2002).

Jelaslah bahwa pemberian HPH semacam ini tidak tepat. Fakta menunjukkan dengan pengelolaan hutan seperti ini, hasilnya hanya dimanfaatkan oleh segelintir orang. Apalagi praktik yang terjadi di lapangan adalah eksploitasi secara ‘membabi-buta’, bahkan sangat memungkinkan merusak ekologi yang ada. Padahal hutan memiliki tiga fungsi yang harus diperhatikan yaitu, ekonomi, ekologi, dan social. Mau tidak mau pemerintah harus meninjau ulang lagi kebijakan tersebut. Begitu juga kebijakan terhadap pembukaan akses eksploitasi kekayaan alam lainnya semisal barang tambang, minyak, dan kekayaan alam lainnya. Padahal dalam UU sendiri pada pasal 33 ayat 3 dikatakan bahwa kekayaan alam yang ada harus dikelola oleh Negara dan dimanfaatkan untuk kesejahteraan rakyat. Maka jika kebijakan yang diambil pemerintah menyalahi konstitusi atau tidak pro rakyat tentu harus ditinjau kembali.

Pengelolaan SDA Sub-Sektor Kehutanan Dalam Islam
Dalam pandangan Islam, hutan adalah milik umum yang harus dikelola oleh Negara dan hasilnya dikembalikan kepada rakyat dalam bentuk barang yang murah atau dalam bentuk subsidi kebutuhan primer semisal pendidikan, kesehatan dan fasilitas umum. Paradigma pengelolaan hutan dalam Islam berbasis pada pengelolaan kepemilikan umum oleh Negara dan bukannya pengelolaan yang berbasis swasta dengan tetap berorientasi pada kelestarian lingkungan. Pengelolaan semacam ini juga dilakukan pada SDA lainnya dan tidak hanya terbatas pada sub-sektor kehutanan saja. Sehingga akan mewujudkan keseimbangan lingkungan dan pemanfaatan SDA secara optimal.

Pandangan tersebut sebagaimana dikemukakan oleh An-Nabhani (1990) didasarkan pada hadits Rasul SAW: “manusia berserikat dalam tiga hal, yaitu air, padang rumput (lahan) dan api (energi)” (HR. Abu Dawud). Dalam hadits yang lain riwayat At-Tirmidzi dari Abyadh bin Hamal diceritakan bahwa Abyadh telah meminta kepada Rasul untuk dapat mengelola sebuah tambang garam. Rasul mengabulkan permintaan tersebut, akan tetapi segera diingatkan oleh seorang sahabat yang mengatakan, “Wahai Rasulullah, tahukah engkau, apa yang engkau berikan kepadanya? Sesungguhnya engkau telah memberikan sesuatu yang bagaikan air mengalir (ma’u al-‘iddu)” Rasulullah kemudian bersabda: “Tariklah tambang tersebut darinya”.
Dalam hadits pertama disebutkan padang rumput atau hutan merupakan kepemilikan umum yang tidak diperbolehkan untuk dimiliki individu.

Lahan yang luas (hutan) disamakan dengan air dan api atau energi (termasuk barang tambang) dalam sektor kepemilikan umum. Larangan ketiga unsur tadi untuk dikuasai oleh individu karena adanya larangan Rasul pada hadits yang kedua. Pada hadits tersebut disebutkan bahwa Ma’u al-‘iddu adalah air yang karena jumlahnya sangat banyak digambarkan mengalir terus menerus. Semula Rasul membolehkan Abyadh memiliki tambang garam, namun setelah Rasul mengetahui bahwa tambang tersebut merupakan tambang yang cukup besar maka Rasul mencabut pemberian tersebut. Karena kandungannya yang begitu besar tambang tersebut dikategorikan milik umum.

Begitu juga halnya dengan lahan atau hutan yang cukup besar kandungannya (berupa kayu dan hasil hutan lainnya) dikategorikan dalam milik umum sebagaimana yang disebutkan pada hadits pertama di atas. Dan semua milik umum tidak boleh dikuasai oleh individu.
Begitu lah regulasi pengelolaan SDA dalam Islam sangat memperhatikan aspek kepemilikan. Terhadap SDA yang memberikan hasil yang melimpah dan menyangkut hajat hidup orang banyak hanya boleh dikelola Negara dan hasilnya pun dikembalikan kepada rakyat.

Penutup
Sudah selayaknya pengelolaan sumber daya alam khususnya sub-sektor kehutanan didukung dengan regulasi yang tepat dari pemerintah. Karena regulasi merupakan syarat utama bagi berjalannya sistem pengelolaan sumber daya alam tersebut. Pemanfaatan hutan dan hasil hutan harus dikelola oleh Negara dan dikembalikan hasilnya kepada rakyat. Karena hakikatnya hutan merupakan milik umum yang hasilnya bisa dinikmati oleh rakyat secara keseluruhan. Tentu tidak hanya terbatas pada hutan saja namun seluruh kekayaan alam yang berlimpah harus dikelola Negara, sehingga ada pembatasan kepemilikan terhadap individu. Karena sesungguhnya pembatasan kepemilikan ini dimaksudkan agar distribusi kekayaan alam bisa merata di masyarakat dan tidak dinikmati oleh segelintir orang saja (Kusnadi Yulham, Sahabat lamaku dan teman satu kamar suka dan duka. Gimana kabarmu kawan ?)

Referensi:
An-Nabhani, Taqyuddin (1990). Membangun Sistem Ekonomi Alternatif. Penerbit Risalah Gusti. Surabaya Yusanto, Ismail (2002). Pengelolaan SDA Dalam Islam. SEM Institute. Jakarta http://www.mongabay.com. 2008. Menebang Hutan di Borneo. http://www.walhi.or.id. 2007. Kerusakan Lingkungan sebagai Dampak Kebijakan Pro Modal dan Anti RakyatKelana Jaya, Tun. 2002. Ada Apa Dengan Pengelolaan SDA?. SEM Institute. Jakarta

Source : Kabar Indonesia


UNTUK PARA PENGEMBAN DAKWAH

Memang kekecewaan adalah makanan da’wah...
Tapi makanan ini tidak bergizi, jangan biasakan memakannya...
Percayalah, kita takkan sanggup kecewa selama 24 jam terus menerus...

Tetaplah optimis mengerjakan agenda-agenda da’wah...
Kesulitan itu hanya sementara...
Kesulitan datang untuk pergi...

Janganlah kehilangan antusiasme dan semangat kita, karena itulah pegangan yang kokoh...
Semangat adalah milik kita yang hakiki...
Bukankah semangat adalah ruh dan jiwa kita...

Ikhwah fillah di bumi Allah...
Wahai yang berada di jalan da’wah...
Lelah bukan berarti kalah...
Walau kalah itu melelahkan...
Jangan kalah dengan lelah...
Allah memberi masalah agar kita terus bermujahadah...

HAMASAH !!!ivanjaya.net

DAKWAH TIDAK DAPAT DIPIKUL ORANG MANJA

Wahai Saudaraku yang dikasihi Allah

Perjalanan da’wah yang kita lalui ini bukanlah perjalanan yang banyak ditaburi kegemerlapan dan kesenangan. Ia merupakan perjalanan panjang yang penuh tantangan dan rintangan berat.

Telah banyak sejarah orang-orang terdahulu sebelum kita yang merasakan manis getirnya perjalanan da’wah ini. Ada yang disiksa, ada pula yang harus berpisah kaum kerabatnya. Ada pula yang diusir dari kampung halamannya. Dan sederetan kisah perjuangan lainnya yang telah mengukir bukti dari pengorbanannya dalam jalan da’wah ini. Mereka telah merasakan dan sekaligus membuktikan cinta dan kesetiaan terhadap da’wah.

Pengorbanan yang telah mereka berikan dalam perjalanan da’wah ini menjadi suri teladan bagi kita sekalian. Karena kontribusi yang telah mereka sumbangkan untuk da’wah ini tumbuh bersemi. Dan, kita pun dapat memanen hasilnya dengan gemilang. Kawasan Islam telah tersebar ke seluruh pelosok dunia. Umat Islam telah mengalami populasi dalam jumlah besar. Semua itu karunia yang Allah swt. berikan melalui kesungguhan dan kesetiaan para pendahulu da’wah ini. Semoga Allah meridhai mereka.

Hanya kesetiaanlah yang dapat mengokohkan perjalanan da’wah ini. Kesetiaan yang menjadikan pemiliknya sabar dalam menghadapi cobaan dan ujian. Menjadikan mereka optimis menghadapi kesulitan dan siap berkorban untuk meraih kesuksesan. Kesetiaan yang menghantarkan jiwa-jiwa patriotik untuk berada pada barisan terdepan dalam perjuangan ini. Kesetiaan yang membuat pelakunya berbahagia dan sangat menikmati beban hidupnya. Setia dalam kesempitan dan kesukaran. Demikian pula setia dalam kelapangan dan kemudahan.

Saudaraku seperjuangan yang dikasihi Allah

Sebaliknya orang-orang yang rentan jiwanya dalam perjuangan ini tidak akan dapat bertahan lama. Mereka mengeluh atas beratnya perjalanan yang mereka tempuh. Mereka pun menolak untuk menunaikannya dengan berbagai macam alasan agar mereka diizinkan untuk tidak ikut. Mereka pun berat hati berada dalam perjuangan ini dan akhirnya berguguran satu per satu sebelum mereka sampai pada tujuan perjuangan.

Penyakit telah menyerang mental mereka yang rapuh sehingga mereka tidak dapat menerima kenyataan pahit sebagai resiko dan sunnah dalam da’wah ini. Malah mereka menggugatnya lantaran anggapan mereka bahwa perjuangan da’wah tidaklah harus mengalami kesulitan.

Wahai saudaraku seiman dan seperjuangan

Aktivis da’wah sangat menyakini bahwa kesabaran yang ada pada dirinyalah yang membuat mereka kuat menghadapi berbagai rintangan da’wah. Bila dibandingkan apa yang kita lakukan serta yang kita dapatkan sebagai risiko perjuangan di hari ini dengan keadaan orang-orang terdahulu dalam perjalanan da’wah ini, belumlah seberapa. Pengorbanan kita di hari ini masih sebatas pengorbanan waktu untuk da’wah. Pengorbanan tenaga dalam amal khairiyah untuk kepentingan da’wah. Pengorbanan sebagian kecil dari harta kita yang banyak. Dan bentuk pengorbanan kecil lainnya yang telah kita lakukan.

Coba lihatlah pengorbanan orang-orang terdahulu, ada yang disisir dengan sisir besi, ada yang digergaji, ada yang diikat dengan empat ekor kuda yang berlawanan arah, lalu kuda itu dipukul untuk lari sekencang-kencangnya hingga robeklah orang itu. Ada pula yang dibakar dengan tungku yang berisi minyak panas. Mereka dapat menerima resiko karena kesabaran yang ada pada dirinya.
Kesabaran adalah kuda-kuda pertahanan orang-orang beriman dalam meniti perjalanan ini. Bekal kesabaran mereka tidak pernah berkurang sedikit pun karena keikhlasan dan kesetiaan mereka pada Allah swt.

Dan berapa banyak nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikut (nya) yang bertakwa. Mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Allah menyukai orang-orang yang sabar. (Ali Imran: 146)

Bila kita memandang kehidupan generasi pilihan, kita akan temukan kisah-kisah brilian yang telah menyuburkan da’wah ini. Muncullah pertanyaan besar yang harus kita tujukan pada diri kita saat ini. Apakah kita dapat menyemai da’wah ini menjadi subur dengan perjuangan yang kita lakukan sekarang ini ataukah kita akan menjadi generasi yang hilang dalam sejarah da’wah ini.

Maju terus dan tetap bertahan atau……Waktu akan menggilas setiap jiwa yang malas, loyo, suka mengeluh, pasif, cepat menyerah dan Akhirnya …TERSINGKIR

Ingat, da’wah ini tidak akan pernah dapat dipikul oleh orang-orang yang manja. Militansi aktivis da’wah merupakan kendaraan yang akan menghantarkan kepada kesuksesan. Semoga Allah menghimpun kita dalam kebaikan. Wallahu’alam.

Sumber : DH Al Yusni (www.dakwatuna.com » » Da’wah Tidak Dapat Dipikul Orang Manja.htm)

ivanjaya.net

SUKSES BERAWAL DARI MIMPI

Apakah saat ini kita memiliki impian yang sangat tinggi yang ingin diraih, yaitu sebuah impian yang mungkin mustahil untuk kita capai dengan keadaan kita sekarang ini? Apakah mungkin sekarang kita sedang direndahkan dan ditertawakan oleh teman, saudara, atau bahkan orang tua ketika kita menceritakan impian kita kepada mereka?

Jika kita menjawab ya, janganlah kita merasa kecil hati dan putus asa. Sebaliknya, kita harus bangga dan berbahagia karena kita baru saja memasuki langkah awal kesuksesan. Mengapa demikan? Karena pondasi kesuksesan adalah impian yang kita miliki. Setiap orang yang telah sukses pasti diawali dengan impian.

Membangun impian dapat diibaratkan seseorang yang sedang membangun sebuah rumah. Awalnya kita harus membangun pondasi yang kokoh agar bila terjadi bencana alam seperti banjir, gempa bumi, atau lainnya yang mengakibatkan rumah yang kita bangun retak dan rusak, kita dapat membangunnya kembali.

Begitu pula halnya bila kita sedang berusaha mewujudkan impian yang kita miliki. Jika impian yang kita tanamkan sudah melekat sedemikian kuatnya dalam diri kita, kita akan siap untuk bangkit kembali jika seandainya kita mengalami bencana alam (baca: kegagalan).

Banyak orang berhasil yang mengawali langkah keberhasilan dalam hidupnya dengan bermimpi. Salah satunya adalah Soichiro Honda yang sekarang ini terkenal dengan produk ciptaannya berupa sepeda motor dan mobil bermerek Honda. Pada waktu Honda masih duduk di bangku sekolah, ia bukanlah seorang siswa yang pandai. Pada saat gurunya sedang menerangkan pelajaran, Honda sering melamun dan berkhayal berbagai macam penemuan yang cemerlang, terutama yang banyak berhubungan dengan permesinan karena ia sangat suka dengan mesin.
Karena kebiasaan bermimpinya di kelas tersebut ia sempat dikeluarkan dari sekolah. Namun hal tersebut tidak menghentikan semangatnya untuk mewujudkan semua im-piannya. Hingga saat ini Honda dapat memperlihatkan diri kepada dunia bahwa ia adalah salah satu contoh orang yang sangat berhasil dalam mengubah semua impiannya menjadi kenyataan. Dan sampai saat ini Honda terus-menerus melakukan inovasi-inovasi baru melalui mimpi-mimpi barunya dengan melakukan kampanye The Power of Dreams melalui media massa belum lama ini.

Kisah Honda ini terdapat memberi pelajaran yang cukup menarik yang dapat kita petik, yaitu bahwa setinggi apa pun mimpi kita, jika kita benar-benar yakin bahwa mimpi kita akan berhasil dan kita mau berusaha keras untuk mewujudkannya, maka pastilah suatu saat mimpi kita tersebut akan menjadi kenyataan. Percayalah!

Dalam realitas kehidupan yang kita jalani saat ini, kita harus memiliki cita-cita dan impian agar hidup kita dapat terarah dan memiliki tujuan yang jelas. Kita bebas merancang impian kita sesuai dengan yang kita inginkan dan kita juga bebas untuk mengubah impian kita setiap saat jika memang suara hati kita menghendaki untuk mengubahnya.

Keberhasilan dan kesuksesan dalam hidup selalu berawal dari impian. Namun tidak semua orang berhasil mewujudkan impiannya. Hal ini bergantung pada bagaimana kita bisa mengarahkan impian kita kepada kenyataan yang kita harapkan. Orang yang berhasil mewujudkan impiannya adalah orang yang dapat menyelaraskan antara impian dengan tindakan. Suatu impian akan dapat dicapai jika kita tidak terlena dengan impian-impian kita dan selalu hidup dalam dunia impian, namun kita diharapkan untuk mau mengubah sikap dan tindakan kita menuju ke arah impian yang kita cita-citakan.

Jika saat ini kondisi dan keadaan kita sangat jauh dari impian yang kita miliki, kita harus mengubah perilaku dan tindakan kita untuk mencapainya. Dengan kata lain, kita harus keluar dari zona kenyamanan (comfort zone) kita. Misalnya, jika kita memiliki impian untuk bisa lulus sekolah/kuliah dengan nilai baik, ubahlah sikap kita yang mungkin biasa bermalas-malasan untuk menjadi lebih giat lagi dan berusahalah dengan sebaik mungkin untuk mewujudkannya.

Mimpi Pasif dan Mimpi Aktif

Saya rasa hampir setiap orang pernah bermimpi. Mimpi adalah suatu rangkaian kejadian atau peristiwa yang terjadi dalam pikiran sadar maupun pikiran bawah sadar kita. Mimpi yang biasa kita alami adalah mimpi pada saat kita sedang tidur. Mimpi pada saat kita sedang tidur biasanya terjadi apabila kita sedang menghadapi suatu permasalahan dalam diri dan batin kita. Masalah-masalah tersebut masih menumpuk dalam pikiran kita sehingga pada saat kita tidur alam pikiran bawah sadar kita membawa kita kepada masalah-masalah tersebut tanpa dapat kita kendalikan, namun kita merasa seolah-olah mengalami kejadian yang sebenarnya.

Mimpi seperti ini saya sebut dengan istilah mimpi pasif. Saya menyebut demikian karena mimpi tersebut adalah mimpi yang terjadi di luar kehendak kita. Kita tidak dapat mengontrol mimpi kita itu dan mimpi tersebut cenderung tidak nyata. Mimpi seperti ini akan berakhir apabila kita terjaga dari tidur.

Di samping mimpi pasif yang berlangsung pada saat kita tidur, ada juga seseorang yang pada dasarnya sering berkhayal atau mengimajinasikan hal-hal indah secara terus- menerus namun tidak pernah berusaha untuk mewujudkannya.

Berkhayal (mimpi) semacam ini saya kategorikan ke dalam mimpi pasif juga karena ia hanya berangan-angan dan membayangkan kejadian-kejadian indah namun tanpa diikuti perubahan tindakan yang menuju kepada tercapainya impiannya tersebut.

Hal ini sama saja halnya dengan hidup dalam dunia mimpi yang telah saya sebutkan sebelumnya karena semua angan- angan tersebut akan berakhir pada saat ia selesai berimajinasi (baca: bangun dari tidurnya).

Sedangkan mimpi aktif adalah suatu imajinasi atau khayalan yang dilakukan secara terus-menerus namun disertai dengan perubahan perilaku yang mengacu kepada tercapainya mimpi tersebut sehingga kita tidak selalu hidup dalam dunia mimpi atau dunia tidur dan berusaha mewujudkannya.

Seperti telah dijelaskan sebelumnya bahwa dalam dunia tidur pada saat kita bermimpi, kita tidak dapat mengendalikan mimpi kita tersebut, dan setelah kita terbangun semua hal yang terjadi dalam mimpi tersebut hilang tanpa bekas. Begitu pula jika kita hanya memiliki impian tapi tidak melakukan sesuatu untuk mewujudkan impian tersebut adalah sama dengan ber-mimpi pasif karena tidak ada tindakan nyata untuk mewujudkannya.

Oleh karena itu, kita hendaknya menjadi pemimpi-pemimpi aktif di mana kita tidak hanya berimajinasi saja tapi juga melakukan tindakan yang mendukung ke arah tercapainya impian kita. Lakukan perubahan dalam diri kita, keluar dari zona kenyamanan, dan raihlah impian kita tersebut.ivanjaya.netivanjaya.net

repost dari sini nieivanjaya.net. Semoga bermanfaat444 .

ZIONISME DAN SEPAKBOLA: DARI PAGANISME KE LAPANGAN HIJAU

Jika anda saya tanya perihal dimanakah negara yang akan menjadi tuan rumah Piala Dunia 2010 nanti? Pasti anda akan cepat menjawab, Afrika Selatan. Lalu jika anda saya tanya siapakah kapten AS Roma saat ini? Tentu anda lugas menyebut Il Attacante, Fransesco Totti. Sambil sesekali anda bubuhi kata-kata khas romanisti kepada saya “Jagoan gua tuh, enak aja lu”.

Akan tetapi jika kemudian pertanyaannya saya ubah, seperti negara atau wilayah manakah nantinya menjadi awal mula hembusan angin akhir zaman akan menyemilir umat muslim seperti tertuang pada agama kita? Mungkin anda akan tersenyum, atau beberapa dari anda akan menerawang ke awan dan ketika mata anda sudah kembali ke asal, jawaban juga belum anda dapat. Lantas jika anda saya tanya siapakah sahabat Nabi Muhammad SAW yang pernah bermimpi tentang kematian dirinya saat digambarkan mengeluarkan burung dari mulutnya? Mungkin saya juga akan dapat kerenyutan dahi dari anda semua, tak lebih.

Ya begitulah sepakbola telah menjadi mazhab kesekian dalam dinamika keimanan umat muslim. Yang beberapa Imamnya bernama Christian Ronaldo, Wayne Rooney, Didier Drogba, dan bahkan Benny Dolo. Mereka memiliki penganut setia bernama Jama’ah Interisti, Milanisti, Juventini, Liverpudian, Madridistas, atau Jama’ah atas nama Pendukung Indonesia Siap Mati Demi Merah Putih.

Thesa yang menyerempet konyol ini memang terasa tidak berlebihan. Bayangkan seorang wartawan Indonesia sampai polos berkata, bahwa "Bola sebagai media egaliter dan media persatu," kilah Hery Prasetyo, Jurnalis Tabloid Bola Soccer. Lebih jauh, Hery menuturkan bahwasanya "Sepak bola lebih sukses daripada serangkaian Konfrensi-konfrensi yang dilakukan untuk menyatukan seluluh umat di dunia.” Dahsyat. “Di sini tidak ada lagi sekat etnis, suku agama maupun warna kulit," lanjutnya. Berhenti di selebrasi muslimkah? Tentu tidak. Sebab seorang pendeta di sebuah kuil Budha di Thailand berkomentar lebih radikal lagi bahwa "Sepak bola telah menjadi agama dan memiliki pengikut jutaan banyak." Uniknya lagi, di Kuil itu, tahun 2000 silam, teronggok sebuah patung David Beckam, Kapten kesebelasan inggris yang kesohor itu.

Lain Asia, lain cerita. Pada rimba yang berbeda, dalam rangka festival dan konser bertajuk "Kick-off 2006 Kick-off faith", Gereja Berlin, Gereja Brandenbourg dan Gereja Berlin-Wilmersdorf menggelar sepak bola antara Imam Mesjid melawan para Pendeta dan yang menjadi hakim garisnya dari orang Yahudi.

Tak bisa dilupakan juga, ketika belasan ribu warga Jakarta dan sekitarnya yang antre berjam-jam memanfaatkan kesempatan foto bersama trofi Piala Dunia saat dipamerkan di Jakarta Convention Centre (JCC), Selasa, 26 Januari 2010. Acara tersebut merupakan rangkaian Federation Internationale de Football Association (FIFA) World Cup Trophy Tour yang disponsori Coca-Cola.

Warga sampai tulus ikhlas antre berfoto bareng trofi piala dunia yang didominasi anak muda itu, khususnya pelajar SMA yang mendapat undangan khusus dari Coca-Cola. Hanya dalam hitungan detik, hasil foto bersama trofi Piala Dunia itu bisa langsung diambil.Piala Dunia dihitung mundur oleh Televisi jauh sebelum Final itu digelar. Padahal bulan puasa, sebagai bulan suci kita saja tidak pernah kita hitung mundur. Itulah luar biasanya hegemoni kufur tersebut.

Dari Jakarta, sekarang kita terbang ke Madiun. Demi sepakbola, dalam satu hari saja ada dua anak bangsa meregang nyawa. Adalah Ahmad Fatoni (21), warga Gresik yang terjatuh ketika kereta masih berada di Kertosono; serta Ari Sulistyo (17), warga Dukuh Menanggal Surabaya yang terjatuh di Banyumas. Menurut kesaksian teman-temannya, mereka duduk di atas kereta sehingga tidak sadar menabrak kabel-kabel lalu terjatuh terpelanting ke bawah dan terlindas kereta. Dan itu terjadi sebelum pertandingan Persib Bandung dan Persebaya Surabaya, minggu 24 Januari 2010.

Sebenarnya dinamika fanatisme sepakbola di Indonesia sudah berada pada level yang mengkhawatirkan. Semula penulis melihat Kajian tentang Sepakbola menjadi titik pijak pada garapan psikologi sosial ataupun sosiologi. Namun setelah melakukan penelaahan mendalam, problem sepakbola Indonesia memiliki sisi kelam yang pada ujungnya bisa dikaitkan pada hegemoni Zionisme yang bisa mencederai akidah. Terlebih, Sepakbola dan Zionisme masih minim untuk diungkap. Alhasil penulis coba menelusuri pada wilayah rel tersebut.

Kasus almarhum Fathoni dan Ari adalah puncak gunung es atas ideologi sepakbola yang begitu menipu pada level penerapannya. Hal ini setidaknya pernah penulis rasakan sendiri. Saat menjadi pelajar aliyah, penulis termasuk salah satu supporter klub terbesar di Jakarta, lengkap dengan kartu anggota-nya. Kala itu, saat di stadion, telinga dan jiwa kami begitu massif di “doktrin” tak ubahnya seperti seorang mujahid hendak menuju medan jihad.










Tugu meyerupai "Obelisk" pada Logo Persebaya. Obelisk adalah simbol penting Masonry hasil warisan paganisme Mesir Kuno

Untuk membela klub tercinta, kami dimotivasi yel-yel tentang harga murah sebuah nyawa demi gengsi sebuah klub tercinta. Dan gila-nya lagi banyak suporter yang rata-rata remaja itu mengamini dengan sepenuh hayat. Kasus gap antara Viking dan The Jak, Aremania dan Bonekmania, sampai saat ini bisa menjadi representasinya. Kita sesama anak bangsa dan umat muslim seperti diadu sedemikian rupa oleh mereka. Hal ini kemudian berekses pada kata-kata rasis sepanjang pertandingan yang semarak dilontarkan. Tidak hanya berbuah pada selebrasi kata “sikat”, “hajar”, namun muara itu sampai juga pada aksara “bunuh!” atau “Dibunuh saja!”. Itu belum termasuk kata-kata binatang yang rasanya penulis tidak sampai hati mebeberkannya disini.

Jika anda tidak percaya, silahkan anda datang ke stadion atau coba anda simak betul-betul kala setiap tim bermain di layar kaca. Ini bukan perkara sepele. Karena Menurut Sayyid Quthb, kita mati karena membela negara yang tidak ada urusan dengan iman saja dapat dikatakan mati bukan di Jalan Allah, terlebih ini berperang demi gengsi urusan remeh temeh dunia, semisal sepakbola. Dengan yakin penulis bisa menyimpulkan ini bagian dari mati konyol.

“Tidaklah termasuk golongan kami barangsiapa yang menyeru kepada ashabiyyah (fanatisme kelompok). Dan tidaklah termasuk golongan kami barangsiapa yang berperang atas dasar ashabiyyah (fanatisme kelompok). Dan tidaklah termasuk golongan kami barangsiapa yang terbunuh atas nama ashobiyyah (fanatisme kelompok).” (HR. Abu Dawud)

Selanjutnya Rasulullah pernah menyebut kematian orang-orang yang terbunuh di bawah bendera ashabiyah sebagai mati jahiliyah. Syaikh Safiyurrahman al Mubarakfuri dalam kitab Al Ahzab As Siyasiyyah fil Islam mengutip sebuah hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, bahwa Rasulullah Saw telah bersabda:

“Barangsiapa berjuang di bawah bendera kefanatikan, bermusuhan karena kesukuan dan menyeru kepada kesukuan, serta tolong menolong atas dasar kesukuan maka bila dia terbunuh dan mati, matinya seperti jahiliyah”. (HR. Muslim)

Namun suatu yang jenaka bisa kita tarik sebagai bahan evaluasi. Bayangkan kita saja yang ngaji belum tentu siap mati demi agama, tapi mereka yang “ngaji”-nya di lapangan malah rela menggadai nyawa, walau hanya demi urusan rumput hijau. Tampak sepele dan menggelikan memang, tapi itu nyata di sekeliling kita.

Kisah Aremania dan gerakan sepuluh ribunya menjadi catatan menarik kesekian yang patut untuk dibahas. Bayangkan mereka yang rata-rata muslim itu berhasil mengumpulkan uang Rp 61 juta di tengah saudara semuslimnya di Palestina, Afganistan, Sudan, dan lain-lain berperang serta kelaparan. Bahkan dengan mengamen yang dimulai pukul 13.30 WIB dalam waktu tidak lebih dua setengah jam terkumpul uang Rp 1.828.900. Para Aremania dari Malang dan Kota Batu ini mengambil tempat di patung Apel alun-alun dan dikoordinasi langsung oleh Yuli Sumpil. Semuanya demi "Save Arema"

Bergeser ke bagian Barat. Di Bandung, ada gambaran militansi utuh digelar oleh bobotoh Persib. Untuk membantu tim kesayangannya berlaga di kompetisi Superliga Indonesia 2009/10 dan mempertahankan pemain senior supaya tidak hengkang dari Bandung, pertengahan agustus 2009 lalu, kelompok suporter Viking Persib Club bakal memberikan bantuan dana hasil patungan anggotanya. Dan ditengah geliat kemiskinan, bukan main-main Viking hanya membatasi sumbangan minimal Rp15 ribu per orang.

Itu baru pada level suporter, sekarang kita beranjak pada elemen kepemerintahan. Gubernur provinsi DKI Jakarta beberapa tahun yang lalu, demi kelangsungan nyawa Persija rela menggelontorkan uang Rp 23 Miliar. Tak sedikit uang itu disedot buat bayar pemain asing yang tidak jelas apa sumbangsihnya bagi negara, apalagi sumbangannya buat umat Islam. Itu semua tanpa dosa dilakukan pemerintah DKI ditengah para Pedagang Kaki Lima yang kios-kiosnya dirubuhkan. Di tengah para pedagang asongan yang dilarang mengeluarkan insting bisnisnya di perempatan lampu merah. Di tengah para pedagang kecil-kecilan yang gerobak kayunya dibakar hanya karena mengganggu jalan, dan di tengah rakyat kelaparan yang tak berapa lama statusnya cepat berganti menjadi almarhum.

Bisa disimpulkan inilah suntikan ideologi materialisme buta yang mendera akidah kita. Pemerintah DKI rela lebih memilih uang untuk membayar pemain asing ketimbang memberi makan PKL yang rata-rata mereka kelaparan dan warga asli DKI Jakarta sendiri. Jika ditanya, tak lama mereka berdalih: atas instruksi Undang-undang dan sudah sesuai prosedur hukum. Jadilah penulis seperti ingin mengatakan, “Selamat datang di negeri Materialisme, Welcome to Kabbalah’s Value”. Padahal Allah jelas berfirman,

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui” (QS Al-Anfaal 27).

Dan amanah itu akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah,

Imam yang diangkat untuk memimpin manusia itu adalah laksana penggembala, dan dia akan dimintai pertanggungjawaban akan rakyatnya (yang digembalakannya). [HR. Imam al-Bukhari dari sahabat Abdullah bin Umar r.a.]

Kisah diatas hanyalah segelintir catatan bagaimana Ideologi Materialisme dan Hedonisme Yahudi perlahan tanpa kita sadari tersamar dalam keIslaman kita. Gagasan yang dikonstruk dari filosofi Pagan ala Kabbalah Mesir Kuno ini memang tidak muncul dalam rupa menyeramkan. Karena Zionisme Yahudi tahu betul apa strategi yang langsung menembus titik lemah musuh-musuh-nya. Tidak usah diinvasi oleh rudal atau jet-jet canggih yang dimoncongnya bertulis KFR itu, tapi cukup dengan sepakbola umat muslim akan semakin menjauh dari cita-cita Islam, kalau tidak mau disebut kafir.

Freemason yang berpusat di Inggris memang menyebarkan pengaruhnya, salah satunya melalui olah raga yang paling popular. Sepak bola sudah menjadi ikon bisnis dunia. Program penghapusan Agama ala Freemasonry Yahudi ini menjadi tidak terlelakkan kala kita-kita juga telah menjadi agennya. Negara kita begitu bernafsu menjadi Tuan Rumah Piala Dunia, yang sama sekali tidak jelas kadar keuntungan Iman bagi umat muslim. Sebab semuanya itu demi Rupiah semata. Padahal banyak PR yang layak diselesaikan tinimbang membayang-bayangkan memenuhi Negara ini dengan dagelan sepakbola seperti itu. Masih banyak guru yang tidak sejahtera dan kualitasnya terpendam. Masih jamak anak bangsa yang potensial tapi hidup dari memungut sampah di stasiun kota. Masih menjadi mayoritas kala kita berdiskusi tentang sekolah-sekolah yang berdiri seadanya. Masih banyak kampus-kampus Islam yang perpustakaan-nya minim buku bermutu. Menyedihkan.









Gambar Setan sebagai Representasi "Satanic Symbols". Pagan dan Sihir adalah jelmaan ideologi Freemasonry dari hasil kepercayaan Mesir Kuno

Jadi dengan skenario itu, tak bisa dipungkiri bahwa sepakbola adalah media pencetak uang andalan bagi Freemason. Sebagai contoh, Manchester United pernah dikuasai oleh Ruppert Murdoch, raja media Yahudi. Salah satu klub bola terkaya di dunia. Fans setia mereka sudah tersebar diseluruh penjuru dunia. Termasuk dari anak-anak kita yang tergila-gila memiliki kaosnya.














Logo Setan Chelsea, sebuah simbolisasi Pagan

Belum lagi Chelsea, klub sepakbola yang bercokol di papan atas Liga Inggris saat ini. The Blues memiliki jutaan penggemar seantero bumi, Eropa, Amerika, Asia hingga Papua. Ia dikuasai oleh Roman Abramovich seorang Yahudi tulen. Dan uniknya di kedua logo klub tersebut terbentang gambar setan, yang notabene menjadi symbol Pagan Kabbala.










Three Lions dengan background Salib
Nuansa itu semakin kental dengan sebutan MU yang tersohor sebagai The Red Devils, Si Setan Merah dan gambar tiga singa di Footbal Association (FA) mirip dengan lambang Spihnx (Manusia berkepala Singa) yang acap kita temui di loge-loge Masonik.

Bahkan ketika salah seorang fans MU di sebuah situs dikonfrontir tentang hegemoni Yahudi di MU, ia malah membalas,
“Fans MU bukan mendukung Yahudi-nya bro, tapi klubnya !!!! ini dunia olahraga coy bukan tempat SARA.”
















Ouroboros, Ular mengiggit sama dengan lambang Vodafone, Sponsor MU

Bayangkan, persoalan Yahudi hanya dianggap persolan SARA yang tidak kalah penting dari sebuah fanatisme sepakbola. Padahal justru Yahudilah penganut Fasisme sejati. Sudah jutaan anak-anak Palestina, Afghanistan, Sudah, Somalia, dan negera muslim lainnya merana. Ini jelas dalam Kitab Talmud Yahudi, bagaimana mereka menjadikan Talmud sebagai landasan teologis mereka untuk beraksi.

“Hanya orang-orang Yahudi yang manusia, sedangkan orang-orang non Yahudi bukanlah manusia, melainkan binatang.” (Kerithuth 6b hal.78, Jebhammoth 61a)

“Angka kelahiran orang-orang non-Yahudi harus ditekan sekecil mungkin.” (Zohar II, 4b)

“Orang Yahudi boleh berdusta untuk menipu orang kafir”. Baba Kamma 113a.

Selain itu, beberapa musim lalu, MU dengan logo setan-nya tersebut, juga ditunjang oleh sponsor Vodafone yang lambangnya mengandung Ouroboros. Jika kita mempelajari symbol-simbol Yahudi, Ouroboros termasuk ke dalam ‘Satanic Symbols’ yang memiliki arti sebagai keabadian, kesemestaan, yang juga mewakili kekuatan Lucifer.

Lalu, remaja kita juga digempur untuk selalu berfikir sepakbola. Jika kita tanya kepada pelajar SD dan SMP tentang gambaran profesi kedepan. Mereka dengan lantang menjawab,

“Ingin jadi pemain bola, dong”

Main sepak boala memang tidak haram. Itu sah-sah saja. Tapi yang mengkhawatirkan adalah cita-cita itu lahir dari menjejalnya tayangan sepakbola dari malam ketemu pagi (subuh), lanjut ke sore, mahgrib, sampai ketemu malam kembali. Inilah trik musuh-musuh Allah mengatur jadwal pertandingan sedemikian rupa agar tidak berbenturan antara sesama liga-liga elit dunia dan habisnya waktu umat muslim untuk menontong sepakbola adalah keniscayaan. Coba kita telisik acara TV kita, menjelang Isya ada liga Inggris. Agak malam muncul daratan liga Italia. Dan ketika pucuk hari menggelayut saat subuh menyingsing, datanglah Lionel Messi dan kawan-kawan.

Ini juga dikonstruk oleh petinggi Indonesian Super League (ISL). Jika kita perhatikan kenapa negara dengan penganut Islam terbesar di dunia ini, ketika melaksanakan pertandingan sepakbola saja selalu berbenturan dengan waktu shalat. Kini pada sore, ISL kerap bertarung pas adzan Shalat Ashar berkumandang pukul 15.30. Kemudian saat pertandingan waktu malam, bergesekan antara waktu Maghrib dan Isya. Padahal logikanya apa susahnya PSSI menggelar waktu pertandingan malam tepat pukul delapan atau selebihnya. Atau ketika sore dilangsungkan pukul empat setelah shalat Ashar.

Ketika penulis aktif menjadi supporter, mau shalat saja susahnya bukan main. Stadion terbesar sekelas Senayan ternyata tidak memiliki cucuran air yang memadai. Bahkan tempat khusus shalat di dalam stadion saja tidak ada. Tapi kalau sudah pemenuhan daya terang, pemerintah akan mengeluarkan cucuran dana berlimpah. Sekulerisme dalam sepakbola terjadi karena memang FIFA tidak pernah menuangkan item adanya tempat ibadah di stadion sebagai suatu keharusan. Tentu ini menjadi tanda tanya apabila jargon sepakbola sebagai pemersatu digemborkan oleh FIFA.

Negara Arab pun juga demikian. Arab Saudi yang katanya ketat dalam penerapan sunnah, malah membiarkan pemainnya bermain tanpa menutup aurat. Bahkan di Mesir tahun lalu muncul fatwa boleh tak berpuasa bagi pemain sepakbola. Ya Mesir, negara yang pemerintahnya hobi berkoalisi dengan Israel itu. Seperti kelihatan konyol memang, Islam sebagai agama paripurna harus tunduk dengan sepakbola, justru di Negara yang tak akan lupa oleh sjearah, sbeagai Negara tempat turunnya para Nabi.

Malah sekarang ini ada gejala baru. Menurut sebuah berita, para pengusaha dan anggota kerajaan di negeri Arab sekarang ini berbondong-bondong membeli klub sepakbola Premier League. Tercatat ada nama Syeikh Mansour yang memiliki klub Manchester City. Ada pula Pangeran Faisal yanag tengah dalam proses membeli klub Liverpool. Yang terakhir adalah Ali Al Faraj yang membeli klub Porstmouth.

Ali Faraj ini kemudian memperkerjakan seorang Israel, Avram Grant. Grant adalah seorang Yahudi yang pernah melatih klub Chelsea, namun kemudian digantikan oleh Luis Felipe Scolari karena dianggap gagal memenuhi ekspektasi sang pemilik klub, Roman Abramovic. Di Portsmouth, Grant akan ditunjuk sebagai Direktur Sepakbola klub tersebut untuk durasi dua tahun. Grant sendiri bukanlah orang baru dalam tubuh Portsmouth. Empat tahun lalu, sebelum melatih Chelsea, ia pernah menjabat sebagai Direktur Teknik.
Itulah sekelumit bagaimana Zionisme menyerang hal-hal yang tampak sepele tapi kini menjadi bahan hiburan bagi dunia. Setiap umat muslim patut waspada, apalagi anda-anda yang bergelar mujahid dakwah. Jangan sampai terlenakan oleh perkara elementer seperti ini, dan tidak terasa bahwa musuh-musuh Allah sudah menghunguskan senjata di hidung kita.

Mungkin sekarang ini orang Yahudi sedang tertawa terbahak-bahak melihat umat Islam yang matanya miring dan tekantuk lalu pulas tidur hingga lupa kewajiban lima waktunya. Demi Arsenal, Demi goyangan Samba Barcelona, hingga tarian bola Sriwijaya. Dan mungkin para annggota Mason sekarang sedang tersenyum-senyum sendiri, lalu tak lama menonggakan kepala dan dengan indah bernyanyi.
“Kuyakin hari ini pasti menang….oooo….aaaaaa…..oooooo…aaaaaa”.


Wallahu'alam bishshawab.ivanjaya.net

Oleh: Pizaro, Konselor Muslim
Peserta Diskusi Sabtuan Islamic Studies INSIST dan Humas Kajian Zionisme Internasional (KaZI)

aKHwat GeNiT

Akhwat adalah sebutan akrab untuk para wanita muslim. Akhwat secara bahasa Arab artinya saudara perempuan. Namun sudah maklum (diketahui) bahwa saudara yang dimaksud di sini adalah saudara seiman, sama-sama muslim. Hal ini bukan tak berdasar, karena Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Seorang muslim itu saudara bagi muslim yang lain," (HR. Muslim, no. 2564).

Namun memang sebagian orang menggunakan istilah akhwat untuk makna yang lebih sempit. Ada yang menggunakan istilah akhwat khusus untuk para muslimah yang aktifis dakwah, berarti yang bukan aktifis dakwah bukan akhwat.

Ada juga yang menggunakan istilah akhwat khusus untuk para muslimah yang berjilbab lebar, berarti yang berjilbab pendek bukan akhwat.

Ada yang lebih parah lagi, istilah akhwat hanya diperuntukkan bagi muslimah yang satu aliran atau gerakan, yang beda aliran dan gerakan bukan akhwat. Tentu kita lebih setuju makna yang umum, bahwa setiap muslimah yang mentauhidkan Allah, adalah akhwat. Namun yang lebih dikenal banyak orang, akhwat adalah para muslimah aktifis dakwah yang biasanya berjilbab lebar. Dan makna ini yang kita pakai di dalam tulisan saya ini.

Demi Allah, sungguh anggunnya para muslimah dengan hijab syar'inya (pakaian muslimah yang sesuai ajaran Islam), melambai diterpa angin, memancarkan cahaya indah dari sebuah keimanan yang mantap. Ya, keistiqomahan seorang muslimah untuk menjaga auratnya dengan jilbab yang syar'i adalah cermin keimanannya, setidaknya dalam hal berpakaian.

Sungguh beruntung mereka yang telah menyadari bahwa Allah telah memerintahkan para muslimah untuk berhijab syar'i, dan sungguh Allah tidak akan memerintahkan sesuatu kepada hamba-Nya kecuali itu adalah sebuah kebaikan.

Namun sayang sungguh sayang, sebagian akhwat yang berhijab syar'i belum menyadari esensi dari hijab yang dipakainya, yaitu untuk menjaga dirinya dari fitnah syahwat. Sebagian dari mereka hanya menganggap hijab syar'i hanya sekedar tuntutan berpakaian dari syari'at, atau ada pula yang hanya menganggapnya sebagai tuntutan mode supaya terlihat anggun, terlihat cantik, keibuan, dll. Wal'iyyadzubillah!.

Akhirnya ditemukanlah tipe muslimah yang disebut akhwat genit, yaitu mereka (muslimah) yang sudah berhijab syar'i, jilbab lebar, namun tidak menjaga pergaulan dengan lawan jenisnya. Mereka tidak menjaga diri dari hal-hal yang dapat menimbulkan fitnah (kerusakan;bencana) yang ditimbulkan dari pergaulan laki-laki dan wanita yang melanggar batas-batas syari'at. Padahal seharusnya merekalah (para akhwat) yang mendakwahkan bagaimana cara bergaul yang syar'i.


Mungkin saja para akhwat genit ini belum tahu tentang tuntunan Islam dalam bergaul dengan lawan jenis. Ketahuilah, memang Allah Subhanahu Wa Ta'ala telah mewajibkan ummat muslim berbuat baik dalam segala hal.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya Allah telah mewajibkan berbuat baik atas segala sesuatu," (HR. Muslim). Dan memang benar bahwa Allah telah memerintahkan hamba-Nya mempererat persaudaraan, ukhuwah sesama muslim, bersikap santun, sopan, banyak memuji. Namun perlu diperhatikan, hal-hal baik tersebut akan berbeda hukum dan akibatnya jika diterapkan kepada lawan jenis.

Berkata manis, santun, mendayu-dayu, itu baik, namun bila diterapkan kepada lawan jenis, bisa berbahaya.

Menanyakan kabar kepada seorang kawan, itu baik, namun bila sang kawan itu lawan jenis, bisa berbahaya.

Sering memberi nasehat-nasehat kepada seorang kawan itu baik, namun jika ia lawan jenis, bisa berbahaya. Senyum dan menyapa saat berpapasan dengan kawan, itu baik, namun jika ia lawan jenis, bisa berbahaya. Karena Allah Subhanahu Wa Ta'ala telah berfirman yang artinya: "Dan katakanlah kepada perempuan-perempuan yang beriman supaya menundukkan pandangan mereka (daripada memandang yang haram), dan memelihara kehormatan mereka; dan janganlah mereka memperlihatkan perhiasan tubuh mereka kecuali yang zahir daripadanya." (QS. An-Nur : 24).

Berbuat baik memang diperintahkan, namun Allah juga memerintahkan untuk menjaga pandangan dan pergaulan terhadap lawan jenis. Maka janganlah mencampurkan hal-hal baik dengan hal yang dilarang.

Ciri-ciri akhwat genit:

1. Berpakaian yang mengundang pandangan

Mungkin ia memakai jilbab lebar, gamis, namun jilbab dan busana muslimah yang dikenakannya dibuat sedemikian rupa agar menggoda pandangan para ikhwan. Warna yang mencolok, renda-renda, atau aksesoris lain yang membuat para pria jadi terpancing untuk memandang.

2. Senang dilihat

Akhwat genit, senang sekali bila banyak dilihat oleh para ikhwan. Maka ia pun sering tampil di depan umum, sering mencari-cari perhatian para ikhwan, sering membuat sensasi-sensasi yang memancing perhatian para ikhwan dan suka berjalan melewati jalan yang terdapat para ikhwan berkumpul.

3. Kata-kata mesra yang Islami

Seringkali akhwat-akhwat genit melontarkan kata-kata mesra kepada para ikhwan. Tentu saja kata-kata mesra mereka berbeda dengan gayanya orang berpacaran, namun mereka menggunakan gaya bahasa Islami. misalnya; Jazakallah yach akhi; Akh, antum bisa saja dech; Pak, jangan sampai telat makan lho; sesungguhnya Allah menyukai hamba-Nya yang qowi; Kaifa haluka akhi; minta tausiah dunks; Akh, besok syura jam 9, jangan mpe telat lhoo..

4. SMS tidak penting

Biasanya akhwat-akhwat genit banyak beraksi lewat SMS. Karena aman, tidak ketahuan orang lain, bisa langsung dihapus. Ia sering SMS tidak penting, menanyakan kabar, mengecek shalat malam sang ikhwan, mengecek shaum sunnah, atau SMS hanya untuk mengatakan Afwan atau Jazakallah.

5. Banyak bercanda

Akhwat genit banyak bercanda dengan para ikhwan. Mereka pun saling tertawa tanpa takut terkena fitnah hati. Betapa banyak fitnah hati, VMJ, yang hanya berawal dari sebuah canda-mencandai.

6. Tidak khawatir berikhtilat

Ada saat-saat di mana kita tidak bisa menghindari khalwat dan ikhtilat. Namun seharusnya saat berada pada kondisi tersebut seorang mukmin yang takut kepada Allah sepatutnya memiliki rasa khawatir berlama-lama di dalamnya, bukan malah enjoy dan menikmatinya. Demikian si akhwat genit. Saat terjadi ihktilat, akhwat genit tidak khawatir. Bukannya ingin cepat-cepat keluar dari kondisi tersebut, akhwat genit malah menikmatinya, berlama-lama, dan malah bercanda-ria dengan pada ikhwan laki-laki di sana.

7. Berbicara dengan nada

Maksudnya berbicara dengan intonasi kata yang bernada, mendayu, atau agak mendesah, atau dengan gaya agak kekanak-kanakan, atau dengan gaya manja. Semua gaya bicara seperti ini dapat menimbulkan bekas pada hati laki-laki yang mendengarnya. Dan ketahuilah wahai muslimah, hal ini dilarang oleh syari'at. Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman yang artinya: "Maka janganlah kalian merendahkan suara dalam berbicara sehingga berkeinginan jeleklah orang yang ada penyakit dalam hatinya dan ucapkanlah perkataan yang maruf." (QS. Al Ahzab: 32).

Para ulama meng-qiyaskan (menganalogikan) merendahkan suara untuk semua gaya bicara yang juga dapat menimbulkan penyakit hati pada lelaki yang mendengarnya.

Mari sama-sama kita perbaiki diri. Kita tata lagi pergaulan kita dengan lawan jenis. Karena inilah yang telah diperintahkan oleh syari'at. Dan tidaklah Allah memerintahkan sesuatu kepada hamba-Nya, kecuali itu kebaikan. Dan tidaklah Allah melarang sesuatu kepada hamba-Nya, kecuali itu keburukan. Dan sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah mewasiatkan kepada ummatnya bahwa fitnah (cobaan) terbesar bagi kaum laki-laki adalah cobaan syahwat, yaitu yang berasal dari wanita: "Tidaklah ada fitnah sepeninggalanku yang lebih besar bahayanya bagi laki-laki selain fitnah wanita. Dan sesungguhnya fitnah yang pertama kali menimpa bani Israil adalah disebabkan oleh wanita." (HR. Muslim).

(PurWD/ istanasurgaku)

sekali lagi...jangan lupa komennya ya...... pendekar

teRunTuK paRa isTri - bagaiMaNa sehaRusNya paRa isTri memiKat SuaMi


Afwan...ok kalo tulisan ini merupakan repost dari pesbuk temen. tapi ga ada salahnya kan, soalnya tulisannya bermanfaat banget (kalo menurut gueivanjaya.net ), khususnya bagi para istri, ibunda dari lahirnya mujahid-mujahid islam.

Berikut tips bagaimana seharusnya para istri memikat suami mereka.....kakashifull

1.Anda adalah sekuntum mawar yang sedang bersinar di rumah Anda. Buatlah disaat suami Anda masuk ke rumah, dia merasa bahwa kecantikan dan keharuman mawar tersebut, tidak bukan dan tidak lain hanyalah untuknya seorang.

2.Bagaimana caranya agar suami Anda itu bisa merasa damai dan nyaman, baik dengan perbuatan ataupun dengan kata-kata ? Hal itulah yang secara terus menerus Anda selalu usahakan untuk suami Anda. Untuk kesempurnaannya, lakukan itu dengan sepenuh jiwa.

3.Sopan dan penuh perhatianlah Anda ketika berbincang-bincang dan berdiskusi, jauhkanlah perdebatan dan sikap keras kepala untuk mengemukakan pendapat Anda.

4.Pahami kebenaran dan keindahan prinsip-prinsip Islam di balik kelebihan sang suami terhadap Anda selaku istri, yang memang terkait dengan kodrat seorang wanita, dan janganlah hal ini dianggap sebagai sesuatu yang dzolim (penindasan).

5.Lembutkanlah suara Anda ketika berbicara dengan sang suami dan pastikan suara Anda tidak meninggi pada saat dia bersama Anda.

6.Pastikan Anda bangun pada malam hari untuk melakukan sholat malam secara rutin, hal ini akan membawa kecerahan dan kebahagiaan pada perkawinan Anda, sungguh mengingat Allah SWT akan membawa ketenangan pada hati Anda.

7.Bersikaplah diam ketika suami Anda sedang marah dan jangan tidur kecuali dia mengijinkannya.

8.Berdirilah dekat suami Anda ketika dia sedang memakai baju dan sepatunya.

9.Buatlah suami Anda merasa bahwa Anda menginginkan sang suami untuk mengenakan baju yang Anda pilih buat dia, pilihlah pakaian itu oleh Anda sendiri.

10.Anda harus sensitif dan memahami kebutuhan suami Anda, untuk menjadikan pernikahan Anda menjadi yang terbaik tanpa menghabiskan waktu Anda.

(Postingan ini teruntuk istriku yang sangat aq sayangi. Terima Kasih atas semua perjuangan dan ketabahanmu dalam mendampingikucinta )

Jangan lupa komennya ya...... ivanjaya.net kakashi







Football News

 

© Copyright SEPEDA PANCHAL 2010 -2011 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.